11 Komponen Penggunaan Dana BOS Tahun 2017

11 Komponen Penggunaan Dana BOS Tahun 2017, Setelah adanya Juknis BOS baru tahun 2017, untuk sistem pencairan berubah dan untuk Komponen penggunaanpun berubah. Pada tahun sebelumnya komponen penggunaan dana BOS ada 13 Komponen tetapi untuk juknis terbaru penggunaannya di ringkas lagi menjadi 11 komponen. 

adapun Besarnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ada di sekolah masing-masing. Data yang diambil sebagai rujukan dalam perhitungan dana BOS adalah dari data Dapodik. Dana BOS yang diberikan ke sekolah adalah untuk jenjang SD Rp800.000,-/siswa/tahun.


Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) BOS 2017 seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah, wajib membeli buku teks pelajaran bagi siswa dan buku pegangan bagi guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Berikut 11 komponen pembiayaan dari dana BOS.
11 Komponen Penggunaan Pembiayaan Dana BOS Tahun 2017
11 Komponen Penggunaan Pembiayaan Dana BOS Tahun 2017


Penggunaan dana BOS harus sesuai dengan 11 Komponen pembiayaan Dana BOS yang sudah tercantum dalam Juknis BOS 2017 terbaru, sehingga anda tidak melanggar beberapa larangan penggunaan dana BOS ini.

Komponen Pembiayaan BOS Jenjang SD/SMP


  1. Pengembangan Perpustakaan
  2. Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru
  3. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
  4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
  5. Langganan Daya dan Jasa
  6. Perawatan Sekolah/Rehab Ringan dan Sanitasi Sekolah
  7. Pembayaran Honorarium Bulanan
  8. Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan
  9. Pembiayaan Pengelolaan Sekolah
  10. Pembelian dan Perawatan Perangkat Komputer
  11. Biaya Lainnya (apabila komponen 1-10 telah terpenuhi)


Berikut ini penjelasan dari 11 Komponen yang dapat dibeli dari dana BOS untuk jenjang SD dan SMP :

1. PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN


(1). sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli mencakup pembelian buku teks pelajaran baru, mengganti buku yang rusak, dan/atau membeli kekurangan buku agar tercukupi rasio satu peserta didik satu buku untuk tiap mata pelajaran dan tema. 

Ketentuan pembelian buku teks :

A. SEKOLAH DASAR (SD)

1). Penyelenggara Kurikulum 2013 (K13)
  • SD yang sudah melaksanakan K13, maka buku yang harus dibeli adalah buku setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 Semester II, dan Kelas 2 dan Kelas 5 untuk Semester I.
  • SD yang baru melaksanakan K13, maka buku yang harus dibeli merupakan buku untuk setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 Semester I.
  • SD yang sudah melaksanakan K13 dan yang baru melaksanakan K13 (poin 1 dan 2) khusus Kelas 4 harus membeli buku mata pelajaran Matematika, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Buku teks yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Buku yang dibeli oleh sekolah harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2). Penyelenggara Kurikulum 2006
  • Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada setiap tingkat kelas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.
  • Buku teks pelajaran yang dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan HET oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Buku teks yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
B. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

1). Penyelenggaraan K13
  • Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada Kelas 8 dan Kelas 9 untuk semua peserta didik, dan buku panduan guru untuk Kelas 8 dan Kelas 9 untuk semua guru mata pelajaran. Untuk Kelas 7 jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.
  • Bagi sekolah yang baru melaksanakan K13 di tahun 2017 ini, buku yang harus dibeli merupakan buku teks pelajaran pada Kelas 7 sejumlah peserta didik dan buku panduan guru untuk setiap mata pelajaran pada Kelas 7 untuk semua mata pelajaran.
  • Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan HET nya oleh Kemdikbud.
  • Buku teks pelajaran yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan dan ketentuan buku teks dari Kemdikbud.
2). Penyelenggaraan Kurikulum 2006
  • Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat Kalas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.
  • Buku teks pelajaran yang dibeli merupakan buku teks pelajaran yang telah di nilai dan telah ditetapkan HET nya oleh Kemdikbud.
  • Buku teks pelajaran yang dibeli ini harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini digunakan sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan dan ketentuan buku teks dari Kemdikbud. 
(2). Membeli buku bacaan, buku pengayaan, dan buku referensi untuk memenuhi SPM Pendidikan Dasar sesuai dengan Permendikbud yang mengatur tentang SMP.

(3). Langganan koran dan/atau Majalah/Publikasi Berkala yang terkait dengan pendidikan, baik offline maupun online.

(4). Pemeliharaan atau pembelian baru buku/koleksi perpustakaan apabila buku/koleksi yang lama sudah tidak dapat digunakan dan/atau kurang jumlahnya.

(5). Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

(6). Pengembangan database perpustakaan.

(7). Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian baru apabila perabot yang lama sudah tidak dapat digunakan atau jumlahnya kurang.

(8). Pemeliharaan dan/atau pembelian AC perpustakaan.



2. PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)


(1). Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain:
  • penggandaan formulir pendaftaran;
  • administrasi pendaftaran;
  • publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan lainnya);
  • biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
  • konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.
(2). Pembuatan Spanduk Sekolah Bebas Pungutan.



3.  KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN EKSTRAKURIKULER


(1). Membeli/mengganti alat peraga IPA yang diperlukan sekolah untuk memenuhi SPM SD.

(2). Mendukung kegiatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan di SD.

(3). Mendukung pembelajaran kegiatan kontekstual pada SMP.

(4). Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan budi pekerti, dan kegiatan program pelibatan keluarga di sekolah.

(5). Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.

(6). Pemantapan persiapan ujian.

(7). Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, dan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kebutuhan sekolah lainnya.

(8). Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan.

(9). Pembiayaan lomba yang tidak dibiayai oleh dari dana Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah, termasuk untuk biaya transportasi dan akomodasi peserta didik / guru dalam mengikuti lomba, dan biaya pendaftaran mengikuti lomba.

Keterangan : untuk membiayai yang sifatnya kegiatan, maka biaya yang dapat dibayarkan dari dana BOS meliputi ATK atau penggandaan materi, biaya penyiapan tempat kegiatan, honor narasumber lokal sesuai biaya standar umum setempat, dan/atau transportasi/konsumsi  panitia dan narasumber apabila diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan.


4. KEGIATAN EVALUASI PEMBELAJARAN


Kegiatan evaluasi pembelajaran yang dapat dibiayai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau ujian sekolah/nasional. Komponen pembiayaan yang dapat dibayarkan terdiri atas;

(1). fotocopy/penggandaan soal

(2). fotocopy laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik.

(3). biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan diluar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.


5. PENGELOLAAN SEKOLAH


(1). Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.

(2). Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta, printer, CD, dan/atau flashdisk)

(3). Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk peralatan dan/atau obat-obatan.

(4). Pembelian minuman dan/atau makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah bagi guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.

(5). Pengadaan suku cadang alat kantor.

(6). Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.

(7). Penggandaan laporan dan/atau surat menyurat untuk keperluan sekolah.

(8). Insentif bagi tim penyusun laporan BOS.

(9). Biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di bank/kantor pos.

(10). Transportasi dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB dalam rangka koordinasi atau pelaporan ke dinas pendidikan provinsi.

(11). Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan RKJM dan RKT kecuali untuk pembayaran honor.

(12). Biaya untuk mengembangkan dan/atau pemeliharanaan laman sekolah atau doamin "sch.id"

(13). Pendataan melalui aplikasi dapodik dengan ketentuan sebagai berikut :

a. kegiatan pendataan dapodik yang dapat dibiayai sebagai berikut;
~ pemasukan data
~ validasi
~ updeting
~ singkronisasi data ke dalam aplikasi dapodik, yaitu :
  • data profil sekolah
  • data peserta didik
  • data sarana dan prasarana
  • data guru dan tenaga kependidikan.
 b. komponen pembiayaan kegiatan pendataan dapodik, adalah:
~ penggandaan formulir dapodik
~ alat dan/atau bahan habis pakai pendukung kegiatan
~ konsumsi dan/atau transportasi kegiatan pemasukan data. validasi, updeting, dan singkronisasi
~ sewa internet (warnet) dan/atau biaya transportasi menuju warnet, apabila tahapan pendataan kegiatan tidak dapat dilakukan di sekolah karena permasalahan jaringan internet
~ honor petugas pendataan pendidik, kebijakan untuk pembayaran honor petugas pendataan di sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut :
  • kegiatan pendataan dapodik diupayakan dikerjakan oleh tenaga administrasi berkompeten yang sudah tersedia di sekolah, baik yang merupakan pegawai tetap maupun tenaga honorer, sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya tambahan untuk pembayaran honor bulanan.
  • apabila tidak tersedia tenaga administrasi yang kompeten, sekolah dapat menugaskan petugas pendataan lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk rutin honor bulanan). 
(14). Pembelian peralatan/perlengkapan yang menunjang operasional rutin sekolah, antara lain bel, sound system, speaker untuk upacara, teralis jendela, dan/atau perlengkapan sejenis lainnya.

(15). Khusus untuk sekolah yang berada pada daerah terpencil atau belum memiliki jaringan listrik, dapat membeli/sewa genset atau jenis lainnya yang lebih cocok misalnya panel surya, termasuk perlengkapan pendukungnya.

(16). Penanggulangan dampak darurat bencana, khusus selama masa tanggap darurat, misalnya pembelian masker.

(17). Khusus SMP yang menjadi induk SMP Terbuka maka dana BOS dapat digunkan juga untuk ;
  • supervisi oleh kepala sekolah;
  • supervisi oleh wakil kepala SMP Terbuka;
  • kegiatan tatap muka di sekolah induk oleh guru pembina yang disesuaikan dengan beban mengajarnya;
  • kegiatan pembimbingan di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) oleh Guru Pamong;
  • kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas tata usaha 1 orang;
  • pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri.
Keterangan :
  1. penanggungjawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS SMPT/TKB Mandiri adalah Kepala SMP Induk;
  2. besaran biaya disesuaikan dengan standar umum setempat atau ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


6. PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, SERTA PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH


(1). Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), / Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Bagi sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP dan sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut.

(2). Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan/atau akomodasi apabila seminar diadakan diluar sekolah.

(3). Mengadakan workshop/lokakarya untuk peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik. 

Biaya yang dapat dibayarkan meliputi; fotocopy, konsumsi, guru peserta workshop/lokakarya yang diadakan di sekolah, dan/atau biaya narasumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum daerah.

CATATAN : BOS tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.


7. LANGGANAN DAYA DAN JASA


(1). Biaya langganan listrik, air dan/atau telepon

(2). Pemasangan instalasi baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.

(3). Biaya langganan internet dengan cara pasca bayar atau prabayar, baik dengan fixed modem maupun mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket /voucher sebesar Rp. 250.000,00 per bulan. Adapun biaya langganan internet fixed modem disesuaikan dengan kebtuhan sekolah.
 

8. PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH


(1). Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu atau jendela

(2). Perbaikan meubeler, termasuk pembelian meubeler di kelas untuk peserta didik/guru jika meubeler yang sudah ada sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan.

(3). Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi, jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan/atau jamban/WC peserta didik berfungsi dengan baik.

(4). Perbaikan saluran pembuangan dan/atau saluran air hujan.

(5). Perbaikan lantai dan/atau perawatan fasilitas sekolah lainnya.


9. PEMBAYARAN HONOR


(1). Guru Honorer (hanya untuk memenuhi SPM)

(2). Tenaga Administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah termasuk melakukan tugas sebagai petugas pendataan dapodik) termasuk tenaga administrasi dana BOS untuk SD.

(3). Pegawai Perpustakaan.

(4). Penjaga Sekolah

(5). Petugas Satpam.

(6). Petugas Kebersihan.

Keterangan : 
  1. batas maksimum penggunaan dana BOS untuk membayar honor bulanan guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan honorer di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (negeri) sebesar 15% dari total BOS yang diterima, smeentara di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat (swasta) 50% dari total dana BOS yang diterima.
  2. guru memiliki kualifikasi akademik S1/D4
  3. bukan merupakan guru yang baru direkrut setelah proses pengalihan kewenangan
  4. guru honor pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (negeri) wajib mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah (TKK) dan disetujui oleh Kemdikbud melalui Sekretaris Jenderal Kemdikbud berdasarkan usulan dari dinas pendidikan provinsi dengan menyertakan daftar guru hasil pengalihan kewenangan jumlah guru, nama guru, dan mata pelajaran yang diampu, dan sekolah yang menjadi satuan administrasi pangkalnya.


10. PEMBELIAN / PERAWATAN ALAT MULTI MEDIA PEMBELAJARAN


(1). Membeli komputer dekstop/work station berupa PC/All in One Computer untuk digunakan dalam proses pembelajaran, dimana jumlah maksimal bagi SD sebanyak 5 unit/tahun dan bagi SMP juga 5 unit/tahun. Selain untuk membeli, BOS bisa digunakan untuk perbaikan dan/atau upgrade komputer dekstop/work station milik sekolah.

(2). Membeli printer atau printer plus scanner maksimal 1 unit/tahun. Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan printer milik sekolah.

(3). Membeli laptop maksimal 1 unit/tahun dengn harga maksimal Rp. 10.000.000,00. Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan upgrade laptop milik sekolah.

(4). Membeli proyektor maksimal 5 unit/tahun. dengan harga tiap unit maksimal Rp. 7.000.000,00. Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan proyektor milik sekolah.

Keterangan : 
  1. komputer dekstop/work station, printer/printer scanner, laptop dan/atau proyektor harus dibeli di penyedia barang yang memberikan garansi resmi;
  2. proses pengadaan barang oleh sekolah harus mengikuti peraturan ketentuan perundang-undangan;
  3. peralatan harus dicatat sebagai inventaris sekolah.


11. BIAYA LAINNYA


Apabila seluruh komponen dari I sampai dengan X, telah terpenuhi pembiayaannya dan masih ada kelebihan dana BOS, maka BOS dapat digunakan untuk keperluan lainnya, dimana penggunaan dana ini harus diputuskan bersama dengan Dewan Guru dan Komite Sekolah. 

Pembiayaan yang dapat dibiayai antara lain :
  • peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah pusat;
  • membangun jamban/WC beserta sanitasinya dan/atau kantin sehat, bagi SD/SDLB yang belum memiliki prasarana tersbut;
  • mesin ketik untuk kebutuhan kantor
#Aplikasi RKAS untuk menyusun anggaran penggunaan Dana BOS

Itulah penjelasan dari 11 komponen berdasar Junkis bos terbaru 2017. Semoga bermanfaat khususnya untuk bendahara BOS yang berkecimpung menggunakan Dana BOS, selamat bekerja.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "11 Komponen Penggunaan Dana BOS Tahun 2017"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel